Mengenal Jenis Tari Tradisional: Properti Tari| Pengertian | Sejarah | Fungsi | Tujuan Tari | dan kesenian lainnya

Sejarah Tari Legong Keraton Dan Asal Daerahnya

Advertisement
Artikel sejarah tari legong keraton dan asal daerahnya di bawah ini sengaja dituliskan dalam bentuk teks agar memudahkan kami dalam mengingat sekaligus sebagai catatan jika sewaktu-waktu kembali kami butuhkan. Selain dari itu jika ada teman-teman yang berkenan untuk mempergunakan catatan seni budaya terkait dengan tari legong ini sebagai bahan referensi dalam belajar maka dengan senang hati kami perkenankan.

Darimana asal daerah tari legong?

Tarian ini merupakan sebuah kesenian gerak tubuh berirama yang berasal dari daerah Gianyar Bali. Para sejarawan yang berpendapat bahwa tari legong keraton berasal dari daerah Gianyar Bali yakni mereka yang bertumpu pada sebuah Babad yang bernama Dalem Sukawati.
sejarah-tari-legong-keraton-dan-asal-daerahnya

Dari Babad tersebut diketahui bahwa pada kisaran abad ke-17 Sang Raja Sukawati yang bernama Dewa Agung Made Karna mengutus kepada salah seorang tetua adat/ Bendese Ketewel untuk menciptakan sebuah tarian dengan properti penutup wajah atau topeng. Hal ini dilakukan Sang Raja karena beliau bermimpi melihat para bidadari yang sedang menari. Setelah topeng sebagai properti utama tarian berikutnya Bendese Ketewel menciptakan gerakan tari yang kemudian disebut dengan tarian Sang Hyang Legong.

Dari sumber tersebut kemudian para sejarawan dan seniman menyimpulkan bahwa tari legong keraton berasal dari Gianyar Bali.

Sejarah Tari Legong Keraton

Setelah terciptanya tarian Sang Hyang Legong yang diyakini untuk mewujudkan mimpi Raja I Dewa Agung Made Karna. Pada periode berikutnya terdapat seorang seniman yang bernama Gusti Jelantik mementaskan sebuah tarian yang bernama Nadir di pendopo keraton. Dari gerak dan gaya sang penari tarian yang dimainkan oleh para kaum lelaki tersebut secara kasap mata terlihat menyerupai tarian Sang Hyang Legong.

Melihat pementasan tari Nadir Raja I Dewa Agung Made Karna memerintahkan pada para seniman untuk mengemas ulang tarian tersebut agar dapat dimainkan oleh para penari perempuan. Setelah para seniman utusan I Dewa Agung Made Karna berhasil mengemas ulang tarian Nadir sejarah tari lengong keraton dimulai dan dapat diperagakan oleh para wanita.

Sebagai tari hiburan keraton tari legong sangat cepat dikenal oleh para raja dari kerajaan lain di wilayah Bali. Tak heran jika pada abad berikutnya yakni abad ke-19 tarian ini menjadi salah satu hiburan khas hampir seluruh keraton di seluruh wilayah Bali.

Keunikan dalam gerak dan gaya tari legong bali membuat banyak seniman yang antusias dalam melestarikan salah satu kesenian warisan nenek moyang ini. Hingga saat ini banyak para seniman di Bali mengajarkan dan memberikan pelatihan bagi generasi penerus guna melestarikan keberadaan tari legong keraton.

Demikian sekilas mengenai asal usul tarian yang kini kita kenal sebagai tarian daerah dari Bali. Jika ada dari teman-teman yang ingin menambahkan kami sarankan untuk berkomentar pada kotak komentar di bawah artikel yang berjudul sejarah tari legong keraton dan asal daerahnya ini.
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Sejarah Tari Legong Keraton Dan Asal Daerahnya