Mengenal Jenis Tari Tradisional: Properti Tari| Pengertian | Sejarah | Fungsi | Tujuan Tari | dan kesenian lainnya

Tari Gending Sriwijaya (Artikel Lengkap)

Advertisement
Seni Tari - Beruntunglah bagi kita yang pernah menyaksikan tarian yang menjadi salah satu icon kesenian andalan Palembang. Ciri utama dari tari gending sriwijaya ini sebenarnya terletak pada lagu pengiring berupa lagu gending sriwijaya. Di bawah ini kami sampaikan artikel lengkap tentang sejarah dan ragam gerak tari gending sriwijaya.

Sejarah

Sekilas jika kita lihat dari namanya tentu kita mengira tarian ini merupakan kesenian warisan dari masa kerajaan Sriwijaya. Namun ternyata tebakan tersebut salah kaprah, pasalnya tarian gending sriwijaya diciptakan oleh para seniman pada tahun 1943.
tari-gending-sriwijaya
Tarian yang menggambarkan kegembiraan perempuan-perempuan Palembang dalam menyambut tamu ini tidaklah seperti yang kebanyakan orang pikirkan. Lantas siapa pencipta tarian tersebut? Dalam penciptaan maha karya cukup populer ini rupanya terdapat 4 tokoh seniman yang terlibat di dalamnya. Mereka adalah Sukainah Rozak, Tina Haji Gong, Dahlan Mahiba, dan Nungtjik AR.

Pada awal penciptaannya keempat seniman di atas memiliki peran masing-masing dan saling melengkapi. Sukainah dan Tina berperan sebagai pencipta gerakan tari, Mahiba berperan menciptakan lagu, sementara Nungtjik AR merupakan seorang seniman yang menciptakan syair gending sriwijaya.

Kolaborasi istimewa dari keempat seniman tersebut rupanya mampu mengguncang nusantara hingga akhirnya karya mereka secara paten dikenal oleh masyarakat Palembang sebagai tarian khas.

Tujuan utama dalam penciptaan tarian ini sebenarnya untuk mengingatkan pada generasi penerus bahwa para pendahulu mereka merupakan bangsa yang besar serta menghormati sesama baik dalam hubungan antar manusia dengan alam semesta, maupun hubungan pada Sang Pencipta.

Dari sifat saling menghormati sebagaimana tersebut di atas kemudian mengarahkan tari gending sriwijaya berfungsi sebagai tarian persembahan selamat datang di Kota Palembang.

Gerakan

Sebelum lebih jauh mengenal ragam gerak tarian gending sriwijaya ada baiknya kita mengetahui jumlah dan peran masing-masing penarinya.

Pada umumnya tarian ini dibawakan oleh 13 penari yang diantaranya memiliki peran khusus, adapun peran khusus para penari tersebut antara lain sbb:
  • Penari utama berjumlah satu orang berperan sebagai pembawa tepak yang di dalamnya terdapat kapur sirih.
  • Dua penari berperan sebagai pembawa perlengkapan tepak berupa peridon.
  • Enam penari berperan sebagai pendamping yang terbagi menjadi dua kelompok dan mengapit ketiga penari sebelumnya.
  • Seorang pria berperan sebagai pembawa payung.
  • Seorang berperan sebagai penyanyi lagu gending sriwijaya, dan
  • Dua orang lelaki masing-masing membawa tombak sebagai wujud pengawalan.
Ragam gerak yang terdapat dalam pertunjukan gending sriwijaya setidaknya terdapat 8 jenis. Adapun ragam tersebut yakni sebagai berikut:

Gerakan masuk

Gerakan ini merupakan gerakan awal dimana dilakukan mulai dari memasuki panggung pertunjukan. Dalam gerak masuk ini para penari telah melakukan gerakan melenggok serta memainkan kelembutan tangan-tangan mereka.

Kecubung berdiri bawah

Gerakan ini terdiri dari gerak kecubung berdiri bawah kanan dan bawah kiri dimana para penari melakukan gerakan telapak tangan saling berhadapan membentuk layaknya sebuah bunga kecubung.

Kecubung berdiri atas

Gerakan ini terdiri dari gerakan kecubung berdiri atas kanan Kecubung berdiri atas kiri, dan gerakan Ukur benang. Dalam sesi ini penari memperlihatkan gerakan kelembutan tangan yang mempesona para penonton.

Sembah Duduk

Gerakan sembah duduk merupakan wujud dari penghormatan pada para tamu dalam posisi para penari dalam keadaan duduk. Dalam gerakan ini juga terlihat gerakan kanan dan kiri sebagai ungkapan bagi seluruh tetamu yang berada di sisi kanan dan kiri.

Stupa

Dalam gerak stupa ragam gerak tarian gending sriwijaya juga mengenal stupa kanan kiri, tutur sabda, gerak borobudur dan ulur benang.

Tolak Balak

Gerak ini sedikit berbeda jika dibandingkan dengan gerakan yang llain, gerakan ini dimaksudkan untuk menolak balak dari gangguan.

Urul Benang

Gerakan ini dinamakan ulur benang atau tumpang tali karena gerakan yang dilakukan para penari seolah terlihat sedang mengulur benang.

Hormat Akhir

Gerak ini menjadi akhir dari pertunjukan tarian gending sriwijaya dimana seluruh penari bersimpuh serta memberikan hormat kepada para tamu yang mereka sambut.

Kesimpulan

Dari penjelasan di atas dapat kita ketahui bahwa sejarah tari gending sriwijaya bermula dengan terciptanya tarian tersebut pada tahun 1943-1944 yang kemudian menjadi salah satu icon Kota Palembang.

Fungsi tari tersebut yakni sebagai tarian sambutan selamat datang pada tamu kehomatan yang hadir atau berkunjung ke Palembang.

Ragam gerak yang terdapat dalam tarian tersebut menggambarkan kegembiraan sekaligus penghormatan dari warga Palembang pada para tamu.

Demikian artikel lengkap tari gending sriwijaya semoga bermanfaat dan jangan lupa untuk memberikan tanggapan serta tambahan sebagaimana yang diketahui teman-teman.
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Tari Gending Sriwijaya (Artikel Lengkap)