Mengenal Jenis Tari Tradisional: Properti Tari| Pengertian | Sejarah | Fungsi | Tujuan Tari | dan kesenian lainnya

Sejarah Tari Cokek Kesenian Betawi

Advertisement
Tari cokek adalah kesenian klasik yang berasal dari Betawi. Jenis tarian yang ditampilkan secara berkelompok ini memiliki gerakan khas dengan ciri utama bergerak maju mundur seiring alunan musik gambang kromong yang terdengar. Dalam berbagai kesempatan pertunjukan tari khas dari Betawi ini juga terlihat sebagai pengiring pertunjukan kesenian tari yang bernuansa modern. Bagaimana sejarah tari cokek betawi dapat kita simak di bawah ini.

Sejarah

Jika kita pernah menonton drama sinema produksi tahun 90-an dalam film-film tersebut kerap terlihat pertunjukan tari cokek yang digunakan sebagai salah satu hiburan baik di warung maupun di lapangan.
tari-cokek-betawi
Jenis tarian ini diduga kuat merupakan kebudayaan yang berasal dari Tiongkok dan telah dikenal oleh masyarakat pesisir pada kisaran abad XIX. Adalah Tan Sio Kek seorang pedagang dari daratan China yang pertama kali mengenalkan tarian ini pada masa lalu.

Masyarakat pesisir khususnya di daerah Teluk Naga yang secara langsung berinteraksi dengan para pedagang dari negara lain lambat laun mengenal baik tarian yang awalnya dibawakan oleh para wanita ini. Perlahan tarian yang identik dengan gerakan melenggok ini menyebar di berbagai wilayah hingga ke Banten dan Betawi. Namun demikian masyarakat setempat tidak serta merta mengikuti gerakan tari yang dikenalkan oleh Tan Sio Kek melainkan telah menambahkan kebudayaan setempat yakni Banten dan Betawi dalam gerakan dan properti yang digunakan para penarinya.

Menurut beberapa sumber sejarah tari cokek betawi mulanya dipertunjukan oleh 3 wanita selaku penarinya. Dari awal kelahirannya tarian ini memang sudah terlihat sebagai tarian kelompok yang dimainkan oleh lebih dari satu penari. Namun demikian pertunjukan tari cokek modern kerap disajikan oleh lebih dari 3 penari.

Pada masa lalu selain dipertunjukkan dalam acara pernikahan dan acara adat lainnya tarian ini juga kerap dijadikan sebagai bentuk sambutan terhadap tamu undangan.

Keunikan

Banyak keunikan yang terdapat dalam tari cokek dan tidak bisa kita temukan pada tarian lain. Salah satu keunikannya ialah ajakan penari pada penonton baik itu benar-benar penonton maupun tamu agung untuk ikut menari bersamanya.

Pada sesi ini penari akan mengalungkan sebuah selendang pada seseorang yang ia anggap pantas bersanding menari dengannya. Jika dalam acara tersebut terdapa tamu agung maka bisa dipastikan bahwa beliau lah yang nantinya akan dipilih penari untuk ikut menari bersamanya di atas panggung.

Menurut informasi yang kami himpun rupanya ada tradisi unik pula di dalam pertunjukan cokek yakni seseorang yang telah menerima selendang atau dengan kata lain dipilih oleh salah satu penari untuk menari bersamanya maka ia tidak boleh menolak. Hal ini tentu akan memberikan rasa penasaran dan jantung berdebar bagi tiap orang yang menyaksikan pertunjukan tersebut.

Di sisi lain terdapat alam musik pengiring yang tergolong merupakan alat musik tradisional seperti seruling, gendang, kempul, gong serta rebab. Kolaborasi dari berbagai alat musik ini kemudian lebih akrab disebut dengan gambang kromong oleh masyarakat setempat.

Kostum dan Gerakan

Dalam kesenian tari cokek para penari terlihat mengenakan pakaian dengan wanra mencolok dalam bentuk baju kurung serta ditembahkan dengan celana. Properti utama sebagai pelengkap busana tak lalin adalah selendang yang disebut cokek.

Selendang ini nanti berfungsi sebagai peroperti utama yang mendukung gerakan para penari sekaligus digunakan untuk mengajak penonton yang dipilih dengan cara mengalungkannya pada leher penonton.

Gerakan yang terlihat menjadi ciri utama tarian cokek tak lain ialah gerakan maju mundur, memutar, berjinjit, menggelengkan kepala, serta memainkan kelentikan kedua tangan.

 Kesimpulan

Dari artikel di atas dapat kita ketahui bahwa tari cokek merupakan tari tradisional yang dikenal oleh masyarakat Betawi, Banten, dan juga Tangerang. Tarian ini dipertunjukan secara berkelompok maupun secara berpasangan tergantung dari koreografi dan tujuan pertunjukan.

Sejarah tari cokek bermula pada abad ke-19 dan dibawakan oleh seorang pedagang dari Tiongkok serta mendapat alkulturasi budaya setempat.

Kostum yang dikenakan oleh para penari merupakan baju kurung dilengkapi dengan celana polos berwarna mencolok. Sementara properti utama yang digunakan dalam tarian ini yakni selendang yang dikalungkan pada leher sang penari dan disebut dengan nama cokek.

Gerak yang terdapat dalam pertunjukan cokek sangat beragam mulai dari maju mundur, berjinjit, menggelengkan kepala hingga berputar-putar seirama dengan alunan musik gambang kromong.
Demikian artikel singkat tentang sejarah tari cokek betawi yang manjadi kebudayaan masyarakat Betawi, Banten, dan Tangerang. Semoga bermanfaat.
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Sejarah Tari Cokek Kesenian Betawi