Mengenal Jenis Tari Tradisional: Properti Tari| Pengertian | Sejarah | Fungsi | Tujuan Tari | dan kesenian lainnya

Tari Seudati, Dari Sejarah Hingga Properti

Advertisement
Tari seudati merupakan sebuah kesenian yang berasal dari wilayah provinsi Aceh. Pertunjukan tari yang menggambarkan nuansa kegembiraan dan kemeriahan ini memiliki sejarah dan perkembangan cukup panjang. Seperti apa properti serta sejarah tari yang sangat diminati oleh masyarakat Aceh Timur tersebut bisa kita simak bersama dari ulasan di bawah ini.

Sejarah tari sudati

Kata seudati diyakini berasal dari bahasa arab yakni “Syahadat” yang memiliki makna bersakti terhadap keesaan Allah sekaligus kayakinan sebagai syarat pertama bagi seseorang yang berkeyakinan Islam.
Sebagaimana yang telah kita ketahui bersama bahwa provinsi Aceh menjadi salah satu daerah yang berhubungan langsung dengan para saudagar dari luar negeri termasuk Arab dan Turki. Interaksi sosial yang dialakukan oleh masyarakat pribumi dengan para pendatang lambat laun menciptakan suatu alkulturasi kebudayaan sekaligus keyakinan, salah satunya ialah muncul dan berkembangnya ajaran agama islam di wilayah Aceh. Dengan demikian tak heran jika sepanjang perjalanannya Aceh kerap pula disebut sebagai serambi Makah karena dari sinilah awal kemunculan ajaran Islam di nusantara.

Kembali lagi ke pokok bahasan, asal usul tari seudati disinyalir muncul pertama kali di wilayah Pidie dan sebagian Utara Aceh. Tarian ini memiliki kesamaan dengan tari saman yakni sama-sama sebagai sarana dakwah penyebaran agama islam. Tak heran jika para mubaligh Pidie pada masa itu sangat membanggakan tarian seudati sebagai salah satu metode dakwah yang mereka gunakan.

Seiring perkembangan ajaran islam di wilayah Aceh tarian ini kemudian dikenal baik oleh masyarakat yang berdomisili di Aceh Timur. Bahkan perkembangan serta ketenaran tarian ini justru lebih merata di wilayah Aceh Timur hingga saat ini.

Gerakan dan keunikan

Kesenian tari yang diperagakan oleh delapan penari ini memiliki ragam keunikan dalam gerakannya. Jika kita pertama kali menyaksikan tari seudata pasti akan merasa sangat terhibur dengan keunikan yang diperlihatkannya seperti tepukan perut, petetan tangan, serta syair arab yang dibawakan secara bersahutan. Dalam sebuah pertunjukan tarian seudati biasa dibawakan oleh 8 orang pria 1 diantaranya berperan sebagai seorang syech dan bertugas menjadi pemimpin dari kelompok tersebut.

Keunikan lain dalam pertunjukan tarian seudati aceh juga akan kita lihat di tengah-tengah berjalannya pertunjukan yakni terjadapat beberapa hiburan semacam drama dengan dialeg bahasa arab maupun bahasa daerah yang kerap disambut penonton dengan tawa.

Gerakan jenis tari kelompok ini dilakukan secara kompak dan inovatif, beberapa gerakan dan sedikit darama seolah ingin menggambarkan bahwa tari seudati selain dapat digunakan sebagai sarana dakwah juga berfungsi sebagai hiburan bagi masyarakat yang menonton pertunjukan tersebut.

Dalam perkembangannya tarian khas dari Aceh ini juga dapat dilakukan oleh perempuan yang kemudian dikenal dengan sebutan seudati inong.

Properti dan Busana

Sama halnya dengan tari saman, tarian seudati juga memiliki properti yang digunakan dalam pertunjukannya. Tak banyak properti yang dikenakan oleh para penari sudati diluar busana, biasanya properti tambahan hanyak akan kita lihat dalam penggunaan penutup kepala serta rencong dan sapu tangan berwarna merah yang diselipkan di pinggang para penari.

Sementara itu jika kita lihat sekilas busana dalam tari seudati ada kemiripan dengan pakaian yang dikenakan oleh para penari saman. Diantaranya ialah kaos lengan panjang sebagai pakaian atas, celana panjang sebagai bawahan, kain songket yang dikenakan untuk menutupi pinggang hingga paha (di sela kain songket ini biasanya rencong dan sapu tangan diselipkan), 

Kesimpulan

Tari seudati adalah tarian yang muncul dan berkembang di provinsi Aceh dan masih cukup terkenal hingga saat ini. Tarian ini juga menjadi icon kebanggaan provinsi Aceh di samping tari saman.

Sejarah tarian ini sudah ada sejak awal kemunculan agama islam di wilayah Aceh, kemunculan di wilayah Piere dan Aceh Utara disebut-sebut menjadi cikal bakal tarian seudati yang dikenal sebagai tarian kebanggaan masyarakat Aceh Timur.

Keunikan kesenian ini terlihat dalam gerakan serta nuansa gembira yang dibawakan dalam pertunjukannya. Meskipun tidak ada properti yang berlebihan namun pakaian serta ikat kepala yang bernama tangkulok cukup menggambarkan ciri dari tarian ini. Disamping itu senjata rencong yang diselipkan di pinggang para penari seolah menggambarkan bahwa kesenian tersebut merupakan kesenian dari provinsi Aceh.

Demikian artikel singkat dengan judul Tari Seudati, dari sejarah hingga properti. Jika dirasa bermanfaat mohon bagikan artikel ini dengan klik salah satu tombol share di bawah artikel. Baca juga sejarah asal usul tari saman.
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Tari Seudati, Dari Sejarah Hingga Properti